Tsabit bin Qais bin Syammas, Sang Orator
Bismillahirrahmanirramhim.
Qoutes :
“Tidak seperti ini kami berperang bersama
Rasulullah SAW. Tsabit bin Qais berkata kalian telah membiasakan rekan-rekan
kalian di atas keburukan.”
Identitas Buku :
Judul Asli : Shuwar
Min Siyar ash-Shahabah
Judul : Para Sahabat Nabi SAW (Kisah
Perjuangan, Pengorbanan, dan keteladanan).
Penulis : Dr.Abdul Hamid as-Suhaibani
Penerjemah : Izzudin Karimi, Lc. , dan Suharlan
Penerbit : Dar Alam al-kutub
ISBN : 978-979-1254-89-2.
Rangkuman pengantar Buku:
Memuat Kisah-kisah Sahabat Rasulullah SAW., dengan keteladanan sikap, adab, perjuangan, kehormatan mereka. Sedikit kurangnya ku akan membagi menjadi gambaran sahabat dalam buku ini. Tsabit bin Qais bin Syammas bin Zuhair adalah pemuda asal Anshar, sang orator yang menyambut Rasulullah SAW., saat tiba di Madinah. Ia dipersaudarakan oleh Muhajirin bernama Amir bin Abu al-Bukair.
“Kami akan melindungimu sebagaimana kami melindungi jiwa
anak-anak kami. Lalu apa yang kami dapatkan?.”
Rasulullah menjawa “Surga”.
Mereka berkata “Kami Rela”.
Rela yang sebenar-benarnya rela. Tidak ingkar janji, dan bersungguh-sungguh. Diceritakan setelah Tsabit berorasi mewakili pihak Anshar, beliau sangat takut dan malu bertemu Rasulullah, Ia takut dirinya dianggap tidak beradab di depan Rasulullah dan takut akan Neraka Allah, Masya Allah.
Keunggulan sahabat, Tsabit bin Qais :
Ia membersamai Rasulullah dan sahabat lainnya di Perang Uhud dan ikut Ba’it Ridhwan. Pada masa khalifah Abu Bakar, Tsabit ikut berjihad manakala sepeninggal Rasulullah banyak orang yang murtad muncul dan timbulnya Nabi Palsu salah satunya Muzailimah al-Kadzdzab. Saat itu pemegang Panji dari pihak Anshar adalah Tsabit bin Qais.
Wafatnya :
Tsabit
bin Qais berperang hingga syahid sudah meninggalkan pengaruh yang terpuji bagi orang-orang dibelakangnya contoh ketiga putranya Muhammad, Yahya, dan
Abdullah yang juga mati syahid. Tsabit menggelorakan semangat sahabat saat berjihad
memerangi orang-orang murtad dan Nabi Palsu.
Analisis
Bacaan tentang Tsabit bin Qais bin Syammas :
Bahkan seorang orator yang diakui Rasullah pun, tahu beradab dan takut akan murka dan marahnya allah, takut akan Neraka Allah. Tsabit ini pemuda yang terpuji, mengucapkan kalimat yang baik, yang sopan, tapi punya power dalam setiap ucapan benarnya. Ia juga termasuk contoh orang-orang totalitas dalam berjuang (jihad). Sebagaimana juga orang tua ingin anaknya mendapat serba kebaikan di dunia dan akhirat. Begitupula dengan Tsabit bin Qais menjaga Hak Allah dan Hak keturunannya dengan berbena diri menjadi versi terbaiknya (sebagai teladan bagi ketiga putranya). Jika kita sudah menjalankan itu, bermanfaat bagi orang sekitar dan mendapat kemuliaan itu hanya sebagai bonus duniawi yang ditampakkan-Nya.
Penilaian Penulis Mengenai Cerita
Ini :
Kelebihan :
Melampirkan
begitu banyak catatan kaki dan daftar Pustaka. Tiap Bab menjelaskan tokoh
sahabat-sahabat Laki-laki Rasulullah dengan padat dan jelas. Sampul buku
menarik dengan elemen warna yang tidak terlalu mencolok warnanya dan ada gambar
seperti pedang, mencirikan suatu perjuangan setiap individu Sahabat Rasulullah
menjadi versi terbaiknya setelah masuk Islam.
Penulis memberikan Notes seperti julukan atau sikap perilaku sahabat yang terkenal, menurutku menjadikan pembaca penasaran seperti apa detail tokoh Sahabat ini. Khususnya menarik bagi karakter yang jarang disebutkan atau dibahas. Contohnya seperti judul Bab “Mu’adz bin Jabal, imam para ulama, orang yang mengajarkan kebaikan kepada Manusia“, “Mus’ab bin Umair, seorang Da’I Mujahid”, “Ubay bin Ka’ab”, dan Zaid bin Haritsah, orang yang patut memimpin”.
Kekurangan :
Buku ini
tentang beberapa Sahabat laki-laki Rasulullah, maka pembahasan seperti
kehidupan sahabat secara detail tidak terlalu dijabarkan.
Komentar
Posting Komentar