Resensi Merindu Cahaya De Amstel
Bismillahirrahmanirrahim
Qoutes:
Lima kali dalam sehari tubuh dan pikiran muslim memiliki kesempatan
untuk rehat
sejenak dari aktivitas
sehari-hari, p.256.
Identitas Buku
Genre Buku : Novel Islami
Judul : Merindu cahaya de Amstel
Penulis : Arumi E
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Kota : Jakarta
Ringkasan buku:
Menceritakan Khadija, Mala, dan Nico
menerima dan menjemput cahya hidayah dari-Nya. Tentunya cerita dengan latar
tempat Amsterdam, Belanda.
Analisis
bacaan:
Menurutku terdapat
perbedaan antara buku dan film. Di Buku diceritakan Nico dan keluarga baru ibu
Nico, sedangkan di film lebih menceritakan tentang keluarga Mala.
Value 1 : Aku mensyukuri tinggal di Indonesia.
Semboyan Bhinneka Tunggal IKa terasa pas dengan kondisi
bangsa Indonesia yang memang Pluralistik. Sebaik-baik rumah ya Negara sendiri
bukan, hehe. Aku merasa prihatin melihat kakak kelas ku yang sedang kuliah di
luar negeri, bagaimana cukup sulit mencari tempat sholat yang nyaman dan tidak
mengganggu orang lain.
Perjuangan perantau di luar negeri yang sedang studi atau bekerja
itu patut kita doakan semoga selalu dalam ketaatan kepada-Nya. Kita syukuri di
Indonesia, Allah beri Nikmat kemudahan
akses untuk beribadah. Di luar sana banyak yang kesulitan, tetapi tetap
berusaha menjalankan ibadah semampu mereka. Allah akan mudahkan, Insya Allah. Allah akan memberi
solusi.
Value 2 : Taat kepada Allah.
“Aku merasa nyaman berpakaian seperti ini. Sama sekali tidak masalah,
p.21.
Sebagai muslimah kadang kita ditanya kenapa mau berpakaian
tertutup?, kadang ada juga yang merasa aneh dengan pakaian kita. Tidak apa-apa
mala bersyukur kalo dikata aneh.
Kalimat di buku itu, mengingatkanku pada pertanyaan salah satu
teman non-muslim ku, semoga dia selalu dalam keadaan sehat. Jawaban yang hampir
sama aku utarakan karena sudah terbiasa (nyaman). Menurutku itu adalah jawab
yang singkat, tapi detailnya adalah ini perintah dan aku ingin taat akan
perintah Allah.
Value 3 : Tidak berkhalwat (berdua-duaan di satu ruang. Ruanganya
bisa ruang nyata, bisa ruang maya)
“Mala tidak akan mau menerima tawaranmu.
Dia tidak berani berdua saja dalam sebuah mobil dengan lelaki asing,
P.30”.
Salah satu value menarik di buku ini, bagaimana kita diingatkan
lagi untuk tidak berkhalwat. Menjaga batasan dalam berinteraksi baik di ruang
nyata atau di sosial media dengan lawan jenis. Chat secukupnya atau seperlunya
saja. Insya Allah engga akan kesinggung.
Value 4 : Cahaya yang menerangi hati setiap hamba-Nya
Cahaya hidayah
hanya akan didapatkan apabila kita mau menangkap tanda hidayah itu dari Allah.
Value 5 : Hebatnya efek suara adzan
Diceritakan Khadija
masuk islam karena mendengar adzan di Turki. Adzan adalah pangggilan Allah
untuk hamba-Nya yang ingin Falah (bahagia dan sukses). Ayo sambut seruannya.
Selamat
menjalankan Puasa bagi yang menjalankan.
Semangat
meningkatkan ketaatan di bulan Ramadhan untuk
menyambut Bulan Syawal dan bulan berikutnya
dengan peningkatan ketaatan. Salam J

Komentar
Posting Komentar