Resensi Catatan Untuk Diriku by Haidar Bagir
Bismillahirrahmanirrahim.
Qoutes :
“Manusia itu bisa bercita-cita dan berupaya habis-habisan untuk
mencapai cita-citanya, tapi kematian kapan saja dapat memotongnya, tanpa dia
bisa berbuat apa-apa.”
-Haidar Bagir, halaman. 46-
![]() |
| sumber : https://www.google.com/ |
Identitas Buku :
Genre :
Islam Populer
Judul
:
Catatan Untuk Diriku
Penulis
: Haidar
Bagir
Penyusun : Deni “Aymara” Ramdani
Penyunting : Azam Bahtiar
Penyelaras aksara : LS
Penata aksara : Rhay13
Perancang Sampul :
Sukutangan
Penerbit
: Noura
Books, PT. Mizan Publika
Kota Penerbit
: Jakarta Selatan
Tahun
: Januari 2022
Cetakan
: Cetakan 2 (dua)
Jumlah Halaman
: 297 Halaman
ISBN
: 978-623-242-093-9
Rangkuman pengantar Buku:
Merangkum refleksi diri versi pak Haidar Bagir pada masa kuliahnya sampai
perenungan dimasa ini. Membagi menjadi 3
(tiga) bab yaitu hidup, cinta, dan bahagia. Kita akan sama-sama merefleksikan
bahwa hidup itu erat dengan ujian, hidup itu berisi budi pekerti, moral dan
tingkah laku yang sejatinya semua itu diajarkan agama. Bab Cinta akan membantu
kita merefleksikan bahwa cinta itu luas tentang cinta kepada ilahi, citraan
cinta, pekerti cinta dan ditutup dengan bab bahagia serta pengenalan tim
penyusun catatan refleksi Pak Haidar yaitu pak Deni “Aymara” Ramdani.
Analisis Bacaan/Buku :
Alhamdulillah, untuk menyelesaikan bacaan ini sudah lama selesai. Namun untuk meresensinya butuh waktu dan kertas yang cukup banyak, haha. Bismillah, mulai yaa.
Halaman 24
That’s the rule of the game
Allah berfirman hidup itu ujian. Allah
menjanjikan kadar ujian itu terukur, sambil mengajarkan hukum-hukum pencegahan
dan pengobatan, termasuk berdoa.
Analisis aku:
Aku pernah “dicerahkan” akan perkata yang Allah selipkan lewat saudariku. Saudariku berkata sedikit kurang intinya kalau hidup itu ujian, selama kamu bernafas ya kamu akan di uji. Kalo engga mau di uji ya nanti saat sudah wafat. Saat sudah wafat, tinggal pertanggung jawab perbuatan selama di duniamu.
Halaman 36
“Kesedihan itu tidak akan berlangsung lama.
Kesedihan itu awal kebahagiaan. Kesedihan sebenarnya undangan Allah agar kita
datang kepada-Nya. Sarana bercengkeraman dengan Allah dan Kekasih-Nya jika saja
kita mau memahaminya"
Analisis aku:
Aku sepakat bahwa kesedihan tidak akan berlangsung lama. Hidup itu Up and Down. Ada fase bahagia dan sedih. Mungkin kita sedang di fase up bahagia dengan segala nikmat atau sebaliknya. Saat kesedihan sudah menumpuk atau kita tak punya tempat bersandar, kita harus sadari bahwa Allah notice kita, itu undangan atau kata “sarana” yang dipilih pak Haidar di buku sebagai moment kita dapat bermesraan dengan Allah. Maybe dengan sholat tahajud, membaca firman-Nya melalui Al-Quran dan mengamalkan sunnah kekasih-Nya Rasulullah, Nabi kita yang sudah pasti sunnah Rasulullah, Allah ridhai.
Halaman 72:
Nabi Isa lewat di depan sekelompok orang. Mereka mengeluarkan kata-kata kotor kepada Nabi Isa, tapi Nabi Isa membalas dengan kata santun.
Murid beliau bertanya: “Mereka berkata kasar, tetapi kenapa anda
membalas dengan santun?"
Nabi isa menjawab, “Karena orang hanya bisa memberi apa yang dia punya".
Analisis aku:
Ketika kita hanya mendengar atau membaca yang baik-baik mana mungkin kita bisa memberi kata kasar ke orang lain. Kata itu asing dan lidah kita kaku tak sanggup membalasnya. Jadi kontrol selagi itu masih bisa dikontrol seperti lisan, ketikan, pikiran kita.
Halaman 95
Adanya kesulitan adalah cara Allah memaksa
hambanya berdoa. Mendatangi-Nya, mengadukan, dan menjalin persahabatan yang
lebih intim dengan-Nya.
Analisis aku :
Menurutku memang situasi sulit, tidak nyaman,
derita adalah salah satu cara yang terkadang tidak kita sadari mendekatkan kita
pada Yang Maha Kuasa, kita berdoa terus menerus, menjalankan sunnah Rasulullah
yang diridhai-Nya. Hingga Dia memberi solusi yang tak diduga-duga datangnya atau
frekuensi tercepat kita diberikan-Nya kenyamanan setelah berdoa.
Banyak kata-kata bernilai yang rasanya beberapa di
atas tidak cukup dituliskan, tapi tahan citra jangan terlalu spoiler.
Maaf ya. Setelah membaca buku ini, aku pun ingin merefleksikan pemikiranku
melalu selembar kertas distraksi. Sembari mengevaluasi kata demi kata yang
dituliskan Pak Haidar Bagir dengan bantuan tim penyusun Pak Deni Aymara Ramdani.
Tentang Penulis :
Pak Haidar Bagir merupakan alumni dari Teknologi Industri ITB(1982), S-2 dari Pusat Studi Timur Tengah, Harvard University AS(1992), dan S-3 jurusan Filsafat Universitas Indonesia(UI) dengan riset setahun (2000-2001) di Departemen Sejarah dan Filsafat Sains, Indiana University, Bloomington, AS.
Tentang Penyusun :
Deni “Aymara” Ramdani, salah satu fans Pak Haidar
Bagir yang merasa perlu membagikan cuitan dari twitter pak Haidar. Menurut beliau
cuitan twitter pak Haidar menebarkan nilai-nilai cinta dan welas asih. Pak
Deni pernah “diselamatkan” dengan kata-kata yang sedikit kurang terangkum dalam
buku ini. Di profil penyusun, beliau berkata saat itu sedang dalam kondisi
terpuruk, pak Deni sembari bekerja juga harus merawat ibu Tercinta yang qodarullah
terkena serangan strok.
Cuitan-cuitan twitter pak Haidar memulihkan kesadaran
untuk tidak menyerah pada keaadaan. Kebermanfaatan tweet pak Haidar ini membuat
pak Deni ingin menebarkan nilai-nilai kemanusiaan
dan menggelorakan nilai kebaikan dalam diri kita. Pak Deni ingin membagikan spirit dalam
cuitan twitter itu. Semoga sedikit kurangnya dapat membangkitkan jiwa-jiwa lain
yang sedang lelah.
Penilaian
Mengenai Cerita Ini :
Kelebihan
Menyajikan
beberapa surah dalam al-Quran seperti QS. Al-Baqarah ayat 153, 165, dan 286.
QS. Shad |38| : 72), Qs. Al-Qashash |28| : 77, Qs. Al-Ra’d (13) : 28, Qs.
Fushshilat (41): 34, 38, Qs. Al-Mumtahanah (60):7, Qs. An- Nisa :77, 125, Qs. Ali-Imran |3|: 134, Qs. Al-mulk |67|: 2,
Qs. Al-Naba’|78| : 32, Qs. Al-Taubah |9|: 102, 112, Qs. Al=Waqi’ah |56|: 79,
QS. Al-Hujura |49|: 14.
Beberapa surah
quran ini ku tuliskan untuk mejadi remainder khususnya untukku.
Menyajikan beberapa Qoutes dari Rumi, juga pemilihan warna nuansa putih dan hijau yang menyegarkan mata membacanya. Berisi nilai-nilai kehidupan tentang kasih sayang, Cinta. terkadang ada hal-hal dalam kehidupan sehari-hari yang kita pertanyakan, seperti kenapa harus kita yang di Uji?, kenapa ini menimpah kita?.
Sweet nya selalu dikuatkan dengan al-quran, Firman-Nya dan hadist-hadist.
Kekurangan
Cover
buku yang rawan lepas.

Komentar
Posting Komentar