Resensi Fahombo Yang Luar Biasa Karya Anisa Widiyarti

 

Bismillahirrahmanirrahim.

Qoutes :

“Kami terus berlatih agar tradisi Fahombo atau Hambo batu tidak punah.

Bukan Karena Mau Berperang”.

-Binsar, hlm.27-

Cover Buku


Identitas Buku       

Judul                                     :  Seri Ragam Budaya Nusantara: Fahombo Yang Luar Biasa

Penulis                                  : Anisa Widiyarti

Editor                                    : Hari

Penelaah                               : Drs. Eko Wijiyono, M.Pd.

Ilustrator                               : Riannon Unicorn

Desain Sampul dan Isi          : Wendy TAJ

Penata Letak Isi                     : Diyantomo

Proofreader                             : Hartanto

Penerbit                                  : Pustaka Tiga Kelana

Kota Penerbit                          : Jakarta Timur

Tahun                                      : Januari 2020

Cetaks\an                                : Pertama

 Jumlah Halaman                    :  46 Halaman

ISBN                                       : 978-623-7437-27-7

 

Rangkuman pengantar Buku:

Buku dengan sasaran untuk jenjang SD/MI Awal. Buku Cerita tentang kebudayaan Nusantara yaitu Fahombo atau batu loncat, khas Nias, Indonesia.

Tentang Fahambo

Analisis Bacaan/Buku :

Membaca buku ini mengingatkan ku pada Rumah-rumah Adat dan Fahombo atau batu loncat di TMII, Jakarta Timur. Tradisi itu dibuat oleh manusia, kemudian dipertahankan untuk menjadi ciri khas suatu daerah. Dalam buku ini, menjelaskan sejak kecil orang Nias Selatan seperti Binsar sudah berlatih melompati karet. Kalo aku pribadi menyebutnya main karet sampai junjung.

Bakat seperti melompati batu itu terus dicapai dari katihan-latihan terus menerus. So, apapun minat atau hobi kamu ya perlu dilatih. Memang kita tahu bahwa ada yang bernama potensi lahiriah (berasal dari genetik orang tua) menjadi nilai lebih seseorang. Namun, tanpa dilatih potensi genetik itu tidak bisa “bangkit atau muncul”. Apalagi jika itu hanya minat yang berasal dari hobi. Semua perlu latihan ya, teman-teman. Kerja keras dan menikmati prosesnya. Tidak lupa bersabar dan berdoa. Ketika seorang anak bisa melompati batu, keluarga anak itu mengadakan syukuran. Masya Allah, agenda yang menyambung silaturahmi antar tetangga dan suatu kegiatan untuk bersyukur besama-sama.

Tahukah kamu?

Saat halaman pertama, perlu cross and check tentang Nias. Kukira Typo disebutkan di Pulau Sumatera Utara. Ku kira Nias itu di Pulau Sulawesi. Ternyata benar, teman-teman di Pulau Sumatera tepatnya SUMUT( Sumatera Utara). Kabupaten Nias Selatan adalah salah satu saerah kabupaten di Provinsi Sumatera Utara yang berada di  satu pulau yang bernama Nias.

 

Tentang Penulis :

Anisa Widiyarti, A.Md. seorang penulis dengan riwayat pendidikan terakhir D3 Manajemn Informatika. Ibu Anisa yang berkarier sebagai penulis freelence sejak 2018 sampai sekarang. ibu Anisa sempat menjadi instruktur komputer di LPK Dwi Tunggal Utan Kayu tahun 2006. Aktif menulis sejak 2015 dengan 17 karya diantaranya “My Money irit bukan pelit”, “indahnya memaafkan”, “Jangan Marah, Ya...!”. Buku “My Money irit bukan pelit” pernah di telaah atau nilai di Kompas Anak pada tahun 2015, Masya Allah.  Satu karya ditahun 2016 dan pada tahun 2020 2 karya yang salah satunya buku ini, “Fahombo yang Luar Biasa (2020).

 

Penilaian Mengenai Cerita Ini :

Kelebihan

Singkat, padat, dan jelas. Menjelaskan tentang apa itu tradisi Fahombo, tujuan belajar Fahombo, dan tata cara melompati batu 2 (dua) meter itu. Buku ini juga terdapat Glosarium.

Kekurangan

Kurang menjelaskan intro asal daerah Randi. Dimana Randi dan Binsar kenal sampai menjadi teman. Yang pembaca tahu dibuku bahwa Binsar asli Nias Selatan, Sumatera Utara, sedangkan Randi tidak dijelaskan asal Nias atau daerah mana.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Halusinasi Cerpen Arab Karya Najib Kailani diterjemahkan oleh Zuriyati

Resensi Seni Mendidik Anak Era 4.0 Karya Asti Musnan

Resensi Merindu Cahaya De Amstel