Literasi Baca : Review Filosofi Teras, Filosofi Yunani-Romawi Kuno untuk Mental Tangguh Masa Kini karya Henry Manampiring,2019

 Review 😉

Judul                     : Filosofi Teras, Filsafat Yunani-Romawi Kuno untuk mental tangguh masa kini

Penulis                  : Henry Manampiring

Ilustrator &

 Desain Cover       : Levina Lesmana

Editor                    : Patricia Wulandari

Tebal Buku           : 13 x 19 cm. 320 halaman

Penerbit                 : Kompas Media Nusantara

Cetakan                 : Cetakan ketiga, 2019

ISBN                     : 978-602-412-518-9

 

“Jika ada yang berusaha  menghina anda. Maka respon la seperti ini  "mereka tidak bisa merendahkan seseorang (nama lengkapmu). Tidak ada seorang pun yang bisa merendahkan jiwa didalam diri anda. Sesungguhnya bukan anda yang direndahkan dengan kejadian ini, tetapi justru mereka yang melakukan ini pada anda.”

-Frederick douglass aktivis kulit hitam dari AS di abad ke-19-😎

B.      Ringkasan buku

Buku Filosofi Teras atau stoisisme karya Henry Manampiring menceritakan tentang bagaimana para filsuf Stoa memaknai masalah/peristiwa dengan filosofi ini. Filsafat yang bertujuan memberi ketenagan dan pembebasan dari emosi negative. Filsuf stoa beragam mulai dari kaisar, pedagang dan politisi. Tokoh terkenal filsafat ini salah satunya kaisar bernama Marcus Aurelius yang tiap hari selalu menyempatkan diri untuk menulis jurnal dirinya sendiri.

Filsafat ini menjelaskan bahawa ada yang BISA dikendalikan dan TIDAK bisa dikendalikan oleh seseorang. Pembaca akan sering mendengar kata dikotomi kendali dan trikotomi kendali. Selain itu dibuku terdapat istilah mental constrasting yaitu menggabungkan positive thiking (membayangkan hasil yang diharapkan telah dicapai), dengan memikirkan hambatan-hambatan apa saja yang akan ditemui. Kemudian, jika pembaca merasa khawatir, cemas, atau muncul negative thinking maka segera gunakan strategi S-T-A-R (stop, think&assess, respond. Lalu temukan fakta masalah dan segera cari solusinya, gunakan kekuatan dan waktumu dengan efisien.

C.      Analisis buku

Buku ini menekankan ada hal BISA dikendalikan dan Tidak bisa dikendalikan. Semua pemikiran, persepsi dan pertimbangan pribadi merupakan suatu hal yang BISA dikendalikan. Saya merasa bahwa ajaran filosofi stoa ini terinspirasi dari sunnah Rasullulah Muhammad SAW. Seperti contoh dibuku ketika berhenti membuang energy dan waktumu untuk rasa mengeluh, mendumel, kesal pada suatu hal yang sepele. Diperkuat dengan perumpamaan dalam islam bahwa "waktu adalah pedang" artinya  jika tidak digunakan secara efisien dan efektif akan menusuk penggunanya sendiri.

            Kemudian jangan pasrah akan nasib tertapi mencoba berusaha sebaik mungkin dengan mencari solusi sesegera mungkin. Lalu bagaimana menyikapi emosi negatif dengan berpikiran tenang dan gunakan nalar/pikiran yang jernih, tidak tersulut emosi yang menggebu-gebuh karena emosi hanya mendatangkan perkara yang kurang baik. Sejalan pula ketika menjadi orang tua dan menerapkan parenting bahwa sadari kamu tidak sempurna sebagai orang tua dan anak tidak sempurna seperti yang kamu inginkan. Jika emosi negative muncul, maka jangan pernah menagih investasi yang telah diberikan selama ini kepada anak.

            Sewajarnya dalam agama dan filsafat ini menjelaskan bahwa orang tua memang memiliki fitrah mencintai anaknya. Jangan mengharapkan apa yang TIDAK bisa kita kendalikan SEPERTI perasaan kasih sayang anak kepada orang tuanya kelak. Kemudian kematian yang akan datang pada siapapun dan kapanpun, selaras dengan ajaran agama bahwa setiap orang akan menemui kematian. Jadi tenang dan hadapilah dengan nalar/pikiran karena sebelumnya anda telah menanamkan  kebajikan didunia sebagai bekal diakhirat.

Jangan pernah membuat pikiran untuk mengizinkan terprovokasi, terhina, tersinggung dengan perkataan atau tulisan orang lain. Kamu yang mengendalikan pikiranmu sendiri dan tidak bisa mengendalikan pikiran orang lain.

D.      Kelebihan

Menyajikan tentang filsafat stoisisme dengan pemberian ANALOGI pada setiap penjelasan peristiwanya. Kemudian memberikan ILUSTRASI GAMBAR yang mudah dipahami, memberikan DATA pendukung berupa HASIL WAWANCARA dan HASIL GRAFIK SURVEI KEKHAWATIRAN yang semakin meyakinkan pembaca. Setiap bab terdapat INTISARI sehingga jika pembaca lupa akan poin penting tidka perlu membalik kehalaman sebelumnya.

E.      Kekurangan

Kurang menambahkan keberhasilan oranglain dalam simulasi penggunaan teknik S-T-A-R untuk mengatasi emosi negatif yang muncul salama satu minggu.  Pada Bab sembilan, penulis kurang melengkapi dengan wawancara dari pakar pendidikan seperti guru dalam hal parenting yang bisa diterapkan difilsafat stoisisme. Harusnya dilengkapi dengan wawancara pendidik agar dapat mendukung data penerapan filsafat stoa pada anak-anak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Halusinasi Cerpen Arab Karya Najib Kailani diterjemahkan oleh Zuriyati

Resensi Seni Mendidik Anak Era 4.0 Karya Asti Musnan

Resensi Merindu Cahaya De Amstel